Berkali-kali

Sehari dalam 24 jam

dipenuhi 8 jam pelajaran
ditambah 100 PR logaritma matematika
10 soal gelombang elektromagnetik fisika
uji kompetensi 2.1 halaman 97 buku kimia Marten
dikali- kali berat bukuku setiap minggu
berkali-kali Rp. 1.000 sebelum pukul 07.00
46 siswa setiap kelas
dibimbing 98 orang guru
dibagi per kelasnya 25 kelas
serta 17-an pegawai tata usaha sekolah
tambah 2 satpam, 11 penjaga kantin juga 3 uni-uni kopsis
seorang pengurus mesjid
10 shaf dalam tiap mesjid
seminggu-seminggu hadir 45 peserta pesantren
50 orang remaja mesjid
15 merapat selisihnya berkurang
dijumlahkan 6.666 ayat Al-Quran
5 mahasiswa bertanya padaku
”Untuk apa kami didatangkan?”
Aku menjawab,
”Untuk diperhitungkan dan memperhitungkan.”
Tersentak aku sekejap,
”Sejak kapan aku mulai berhitung?”

Padang, September 2006

P’Mails, 3 Juni 2007

Tentang Ayah

ia pergi. ke bukit tengadah.

semalam. jauh.

aku sudah melihat asap. dari kotak.

keringatnya ada. dalam cucian.

 

Di mana ayah?

Ia telah pergi.

Menemui perangkap yang ia cari.

Padanya, segenggam peristiwa terjadi.

 

Ke mana ayah?

Ke bukit tengadah.

Di ulunya ada hati, mengaliri darah.

 

Ayah semalam tak pulang. Mungkin pergi jauh. Rindukah?

Ia dekat. Aku tadi melihat asap yang biasa pada ayah.

Ada di dalam kotak dibungkus plastik sirah.

Rinduku telah lepas melihat saku baju ayah.

Keringatnya ada dalam cucian yang masih basah.

Hujan Kerinduan

Hujan Kerinduan

 

Hujan, sampaikan rinduku yang terapung di sungai musi

ketika jingga beranjak senja, menampung segenggam rasa,

temaram Ampera

 

Hujan, kirimkan rasa yang dalam, termagu dalam kapal

mengarungi gelisah kegelisahan, hikayat Kemaro

pulau dengan pohon dan ribuan kesetiaan

 

Hujan, ceritakan resah yang tak sampai,

menggayut di gerbang pagoda

lewat batang-batang ditempa cahaya,

 

Sesaat, lampu-lampu Pusri dinyalakan

biaskan sinar yang datang serba selintas

menerpakan muka dan logat lain

dalam satu keheningan

 

Sesaat, kapal merapat, ada yang mengulurkan kehidupan

bergerak dan lalu tertahan dalam kuliner yang mengapung

berkecanduan dalam pasar malam dan bincang malang melintang

tentang gelora, tentang piala, tentang bola-bola

tentang keagungan, tentang air yang dipancurkan,

tentang seberang jalan,  tentang kantor walikota,

tentang apa yang akan kita makan

tentang apa yang akan kita bawa

 

Hujan, dalam perjalanan kutinggalkan

teramat mendalam, kusimpan kerinduan

 

Padang 2010

 

 

Episode Philo

Sebuah episode tentang kemahsyuran
dan euforia keindahan

Akulah wajah yang mengapung di pembuluh selaksa
dengan selendang dan sepatu berpita milik pujangga
narasiku mengalir pada kayu dan sepotong aksara
dalam komunitas pinggiran azalea

Dengarlah naskah yang kutelisik di rimbun-rimbun rinai
dari kelopak menggantung atas teras mahogani
lukisan estetis yang ramai irama bingkai
lalu musim mengayuh tarian ini pelangi

Philo
kata kutemukan dalam kelam
cuplikan semalam

April, 2007

Di jembatan kata

Di jembatan kata-kata
kurintihkan sepotong nyawa
menyela di bias alang-alang selasa
memuja mantra
Pada kekasihnya, kutitipkan secarik hela
menanya tentang siapa

Di jembatan kata-kata
kubariskan sejumlah pahala
untuk selingan kala lara

Padang, Agustus 2008

: Padang Ekspres, 28 September 2008

Layu

bunga itu telah layu
aku melongkahi kayu

Padang, Maret 2008

: Padang Ekspres, 28 September 2008

Takziah di Kuburan

Jangan lupa nanti malam
Pakai gaun hitam
Bawa senyum seragam

Kau kujemput nanti malam
Kita akan makan-makan

Oh ya, pegang Al-quran
Kita mau takziah di kuburan

Padang, Mei 2008

: Padang Ekspres, 28 September 2008