Sebuah episode tentang kemahsyuran
dan euforia keindahan
Akulah wajah yang mengapung di pembuluh selaksa
dengan selendang dan sepatu berpita milik pujangga
narasiku mengalir pada kayu dan sepotong aksara
dalam komunitas pinggiran azalea
Dengarlah naskah yang kutelisik di rimbun-rimbun rinai
dari kelopak menggantung atas teras mahogani
lukisan estetis yang ramai irama bingkai
lalu musim mengayuh tarian ini pelangi
Philo
kata kutemukan dalam kelam
cuplikan semalam
April, 2007