Sebuah episode tentang kemahsyuran dan euforia keindahan Akulah wajah yang mengapung di pembuluh selaksa dengan selendang dan sepatu berpita milik pujangga narasiku mengalir pada kayu dan sepotong aksara dalam komunitas pinggiran azalea Dengarlah naskah yang kutelisik di rimbun-rimbun rinai dari kelopak menggantung atas teras mahogani lukisan estetis yang ramai irama bingkai lalu musim mengayuh tarian [...]
Komentar Terakhir