30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. & Komentar
Di jembatan kata-kata
kurintihkan sepotong nyawa
menyela di bias alang-alang selasa
memuja mantra
Pada kekasihnya, kutitipkan secarik hela
menanya tentang siapa
Di jembatan kata-kata
kubariskan sejumlah pahala
untuk selingan kala lara
Padang, Agustus 2008
: Padang Ekspres, 28 September 2008
30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar
bunga itu telah layu
aku melongkahi kayu
Padang, Maret 2008
: Padang Ekspres, 28 September 2008
30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar
Jangan lupa nanti malam
Pakai gaun hitam
Bawa senyum seragam
Kau kujemput nanti malam
Kita akan makan-makan
Oh ya, pegang Al-quran
Kita mau takziah di kuburan
Padang, Mei 2008
: Padang Ekspres, 28 September 2008
30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar
aku jatuh dalam debur laut
membasuh hidup
yang garam
sambil tubuh digerayangi suram
salam
Padang, Juni 2008
: Padang Ekspres, 28 September 2008
30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. 1 Komentar
ingin ku sampai pada lembah itu
dimana aku dapat melihat salju
Kusentuh
Luruh
hujan deras mengguyur pelepahku
membasahi pucuk cemaraku
getir dahan-dahanku
dan kutemui dua cangkir itu
Padang, Februari 2007
: Padang Ekspres, 28 September 2008
30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar
Sampaikan salamku pada aksara 5
Lama aku tak mendengar kabar beritanya
Adakah dia baik-baik saja ?
Aku ingin membacakan puisi di shubuh ke dua puluh tujuh
sebelum pagi meracau untuknya
pada arena kembang api itu. Atau pada api unggun ?
Pada kayu bakar
Kubisikkan sekejap lengang
Padang, April 2008
: Padang Ekspres, 28 Septeber 2008
30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar
dan bila jiwa jengah
curilah ayatnya yang resah
Padang, Agustus 2008
: Padang Ekspres, 28 September 2008
30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar
gulir, detaknya mengigaukan aku
pada derik jangkrik
dengan melodi 12 malam
Lalu, aku berlayar ke sunyimu
(yang mungkin masih di jalanan beraspal)
Masuk. Hadir. Ke mimpi yang tak kau hiraukan
dan kita bersitatap, agak menduga
Padang, September 2008
: Padang Ekspres, 28 September 2008
30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar
Demi pasir yang menyusup ke telapak kaki
Bahwa pantai menebal dan nya semakin tipis
Semusim bocah dikejar laut
Dengan setampuk gelisah beraroma tawa
Dengan luka gerai
Pada sekali yang ombak
dan tanya yang elus
PadaNya,
Simpan nafas kita
Padang, Juni 2008
: P’Mails edisi khusus, 31 Agustus 2008
30
Sep
Oleh Nilna R.Isna pada Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar
: Efri Nurdin
Kau yang berada di seberang jalan
duduk di bawah dedaunan
menyapa sesenggukan
Aku yang berada di seberang jalan
berdiri menyikat kenangan
menghalau tumpah kegalauan
Padang, Mei 2008
: P’Mails edisi Khusus, 31 Agustus 2008
Komentar Terakhir