Di jembatan kata

Di jembatan kata-kata
kurintihkan sepotong nyawa
menyela di bias alang-alang selasa
memuja mantra
Pada kekasihnya, kutitipkan secarik hela
menanya tentang siapa

Di jembatan kata-kata
kubariskan sejumlah pahala
untuk selingan kala lara

Padang, Agustus 2008

: Padang Ekspres, 28 September 2008

Layu

bunga itu telah layu
aku melongkahi kayu

Padang, Maret 2008

: Padang Ekspres, 28 September 2008

Takziah di Kuburan

Jangan lupa nanti malam
Pakai gaun hitam
Bawa senyum seragam

Kau kujemput nanti malam
Kita akan makan-makan

Oh ya, pegang Al-quran
Kita mau takziah di kuburan

Padang, Mei 2008

: Padang Ekspres, 28 September 2008

Laut (1)

aku jatuh dalam debur laut
membasuh hidup

yang garam
sambil tubuh digerayangi suram
salam

Padang, Juni 2008

: Padang Ekspres, 28 September 2008

Cangkir pada Lembah

ingin ku sampai pada lembah itu
dimana aku dapat melihat salju

Kusentuh
Luruh

hujan deras mengguyur pelepahku
membasahi pucuk cemaraku
getir dahan-dahanku
dan kutemui dua cangkir itu

Padang, Februari 2007

: Padang Ekspres, 28 September 2008

Lengang

Sampaikan salamku pada aksara 5
Lama aku tak mendengar kabar beritanya
Adakah dia baik-baik saja ?

Aku ingin membacakan puisi di shubuh ke dua puluh tujuh
sebelum pagi meracau untuknya
pada arena kembang api itu. Atau pada api unggun ?

Pada kayu bakar
Kubisikkan sekejap lengang

Padang, April 2008

: Padang Ekspres, 28 Septeber 2008

Sublim

dan bila jiwa jengah
curilah ayatnya yang resah

Padang, Agustus 2008

: Padang Ekspres, 28 September 2008

Gulir

gulir, detaknya mengigaukan aku
pada derik jangkrik
dengan melodi 12 malam
Lalu, aku berlayar ke sunyimu
(yang mungkin masih di jalanan beraspal)
Masuk. Hadir. Ke mimpi yang tak kau hiraukan
dan kita bersitatap, agak menduga

Padang, September 2008

: Padang Ekspres, 28 September 2008

Laut (2)

Demi pasir yang menyusup ke telapak kaki
Bahwa pantai menebal dan nya semakin tipis

Semusim bocah dikejar laut

Dengan setampuk gelisah beraroma tawa
Dengan luka gerai

Pada sekali yang ombak
dan tanya yang elus

PadaNya,
Simpan nafas kita

Padang, Juni 2008

: P’Mails edisi khusus, 31 Agustus 2008

Di Seberang Jalan

: Efri Nurdin

Kau yang berada di seberang jalan

duduk di bawah dedaunan
menyapa sesenggukan

Aku yang berada di seberang jalan

berdiri menyikat kenangan
menghalau tumpah kegalauan

Padang, Mei 2008

: P’Mails edisi Khusus, 31 Agustus 2008